ASIA AIR
Penerbangan “low cost” atau dikenal sebagai Budget Airlines merupakan
model penerbangan yang unik dengan strategi penurunan operating cost.
Dengan melakukan eficiency cost di semua lini, maskapai melakukan hal-hal di luar kebiasaan maskapai pada umumnya.
Pola bisnis penerbangan “low cost” ini, sudah diterapkan oleh
beberapa maskapai penerbangan di Indonesia. Salah satunya adalah
AirAsia. Keunggulan dari AirAsia yang tergolong dalam low cost airlines, salah satunya adalah faktor safety yang
selalu dijaga dan redifinisi bisnis penerbangan yang menyediakan harga
tiket yang terjangkau serta layanan terbang yang minimalis.
Kedepannya, perkembangan bisnis penerbangan masih menghadapi
tantangan yang berat, mengingat harga fuel (avtur) yang terus meningkat
dan juga biaya maintenance pesawat. Bagaimana strategi AirAsia
dalam menghadapi tantangan tersebut? Berikut petikan wawancara Market+
dengan Director Operational Air Asia Indonesia, Imron Fadil Siregar.
Bagaiamana Air Asia menerapkan pola Low Cost Carrier, dan bagaimana diferensiasinya dengan airlines lain?
Kami memiliki cara pandang lain. Ketika airlines lainnya
menganggap fasilitas tertentu diharuskan ada, kami justru menilai bahwa
hal tersebut sebaiknya dihilangkan saja. Contohnya, kami tidak
memberikan makanan kecuali mereka ingin beli makanan, sehingga
orang-orang yang tidak ingin makan tidak terbebani dengan cost itu. Dan kita juga tidak menghibur kru airasia untuk tidur di hotel mewah, karena mereka akan kembali ke home base nya masing-masing.
Selain itu juga banyak hal yang kami lakukan dan diikuti oleh maskapai
penerbangan lain, tapi keunggulan produk kami terletak pada people and
culture. Dimana pelayanan kepada para penumpang kami lakukan dengan passion, bukan dengan pressure. Selain itu, AirAsia selalu ada continous evaluations. Kemudian terdapat efisiensi dari segi komunikasi internal. Jadi, meskipun lowcost kita tetap high value.
Bagaimana dari segi hospitality?
Setiap lini dan level AirAsia punya tugas untuk mempertahankan image dengan memberikan layanan hospitality yang lebih komunikatif dan menghibur. Misalnya, kami punya weekend uniform yang lebih santai pada pramugari. Kami juga tidak menyebut customer sebagai ‘penumpang’, tapi lebih kepada ‘tamu’ atau ‘guest’.
Sampai sejauh mana Air Asia Indonesia berkembang hingga saat ini?
Saat ini kami sudah mulai growing. Kalau beberapa tahun sebelumnya kami
cuma punya dua destinasi domestik, yakni Bali dan Jogja, tapi sekarang
sudah mencampai 10 kali lipat dan kami akan menambah jumlah pesawat
menjadi 21 unit Airbus 320 pada akhir 2012 mendatang.
Kebanyakan destinasi kami lebih banyak yang internasional. Untuk rute
domestik, AirAsia seringkali menjadi pionir dalam membuat destinasi
baru. Misalnya saja Bandung dan Medan yang kini semakin ramai dengan
hadirnya AirAsia.
Apa yang menjadi kendala berkembangnya industri transportasi udara di Indonesia, khususnya AirAsia?
Sebenarnya kendala kita cuma satu, yaitu fasilitas, terutama airport.
Tidak ketinggalan adalah regulasi yang berlaku. Sampai sekarang,
regulasi, policy kita sering berubah-ubah. Jika hal tersebut sudah
menjadi lebih baik, maka airlines kita akan berkembang, industri
transportasi berkembang, dan berujung pada perkembangan ekonomi di
Indonesia. Padahal dulu sempat di tahun 2005 sudah sangat bagus dengan
dibangunnya terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, tapi belakangan malah
jadi slow down.
Apa saja yang telah dilakukan AirAsia untuk mendukung travel industry di Indonesia?
Hal yang paling signifikan adalah pariwisata di Bandung. Kita introduce Bandung ke Malaysia. Sekarang wisatawan Malaysia banyak sekali ke Bandung. Jadi travel industry dan ekonomi setempat semakin meningkat.
Bukan hanya itu saja, kita juga menguasai nomor satu di pasar
internasional. Penumpang kami mayoritas adalah orang asing. Coba saja
lihat rute Bali – Perth, sebanyak 90% Australian going to Bali, dan
bukan sebaliknya. Jadi sebanyak 90% kita membawa devisa untuk negara.
Kami juga punya Medan – Bangkok, sedangkan yang lain tidak. Kami sangat
ingin menguatkan potensi lokal, supaya bisa banyak mendatangkan
wisatawan mancanegara.
Pemesanan Tiket dapat dilakukan DISINI
( Website Resmi Air Asia )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar